Move On! Susah? Gampang?


2018 Bray,- Putus cinta, ditinggal kawin, diselingkuhin, ditikung temen sendiri, dan masih banyak lagi deretan alasan yang pada akhirnya menuju pada satu kata... GALAU.
Mulai sering ngelamun sendiri, dengerin lagu-lagu slow-mellow, baper-an, dan menghabiskan malam bukan dengan tidur nyenyak melainkan nangis nggak karuan sampai mata sembab dan suara sengau. 
Adakah yang lagi mengalami hal seperti itu?
Lalu setelah lelah dengan semua drama-drama penuh air mata itu, muncul setitik niat untuk MOVE ON. Ya, berusaha melupakan semua sakit yang pernah dialami, untuk kemudian menjalani kembali hidup yang bisa dibilang normal seperti sebelumnya bahkan jauh lebih baik lagi.
Tapi, nyatanya baru sebentar saja niat itu muncul, kemudian hilang seketika hanya karena kamu datang ke tempat dimana kamu dan si ex-boy/girlfriend itu sering menghabiskan waktu bersama.
Dan secepat kilat semuanya berubah seperti kamu menekan sebuah tombol bertuliskan 'REPEAT'. Semua berulang, ngelamun sendiri, dengerin lagu-lagu slow-mellow, baper-an, dan menghabiskan malam bukan dengan tidur nyenyak melainkan nangis nggak karuan sampai mata sembab dan suara sengau.
Oh, jangan pernah begitu, guys!
Sebenarnya buat kalian move on itu susah atau gampang sih? (serius nanya ya)
Hmm... ini ada sedikit tips sih buat kalian yang susah move on, berdasarkan sama pengalaman sendiri dan juga hasil diskusi dari beberapa teman dan sahabat. 
Check it out!

  • Niat
Klise ya, tapi memang semua hal itu tergantung pada niatnya. Niat itu harus menjadi tekad yang kuat dan tertanam di dalam hati dan kepala. Sehingga bisa benar-benar terealisasi dan nggak cuma sekedar niat aja, guys. Jadi niat itu hal dasar yang paling penting. Gimana mau bener-bener move on kalau sekedar niat aja pun nggak ada.
  • Stop Denger Lagu-Lagu Slow-Mellow-Galau
Nah ini yang sering tak bisa terhindarkan. Niat udah oke, tapi masih sering goyah karena dengerin lagu-lagu model beginian. Jangan dong ya. Jadi, mulai deh ganti playlist-nya dengan lagu-lagu yang seru, upbeat boleh juga, lebih bagus lagi yang liriknya memotivasi (itung-itung jadi amunisi tambahan untuk proses move on yang paripurna).
  • Hindari Menyendiri
Menyendiri pada proses move on itu haram hehehe nggak ada dalilnya sih, tapi ini bener-bener dilarang banget. Harus dihindari sebisa mungkin (kecuali, ke toilet atau hal2 yang hanya boleh dilakukan sendiri 😀). Tapi kalau bareng-bareng sama teman nantinya malah curhat. Curhat lebih baik deh daripada kamu ngelamun atau bengong sendiri. Kenapa? karena komunikasi dua arah itu memungkinkan kamu dapat cara pandang lain di luar point of view kamu sendiri. Syukur-syukur malah dapat solusi dan motivasi yang bikin proses move on kamu jadi lebih lancar jaya.
  • Cari Kesibukan
Kalau kamu biasanya sering mager (males gerak), sekarang saatnya menyibukkan diri. Cari aktivitas sebanyak-banyaknya. Apapun yang bisa mengalihkan pikiran kamu dari memikirkan sesuatu yang galau dan dari sedih-sedihan. Bisa dimulai dari hal yang paling simpel dan paling dekat, misalnya bersih-bersih kamar tidur, mengubah letak furniturnya biar ada suasana baru. Atau bisa juga kamu beraktivitas di luar rumah, ikut komunitas tertentu yang sesuai minat dan hobi kamu, belajar sesuatu yang baru yang belum pernah kamu coba sebelumnya, ikut kajian-kajian keagamaan, ikut seminar motivasi, atau ambil kursus singkat (lumayankan, selain memperlancar proses move on, bisa nambah keterampilan juga. 
  • Nangis?! Boleh Kok!
Kamu bukan robot. Jadi, kalau emang sudah merasa nggak tahan, kamu boleh kok melipir sebentar dan mengeluarkan segala unek-unek yang ada di hati kamu dengan berbagai cara. Salah satunya boleh juga kalau pengin nangis. Tapi, tetap nggak boleh kelamaan. Nangislah sepuasnya. Abis itu, cuci muka dan rapi-rapi lagi (boleh juga make up yang cantik buat cewek). Dan kembali hadapi dunia, kembali pada niat awal ya, guys.
  • Refreshing
Hal yang sangat diperlukan. Nggak cuma untuk kamu-kamu yang lagi move on tapi untuk siapapun yang mulai lelah dengan rutinitas. Siapkan waktu untuk me time. Cari hal yang menyenangkan untuk kamu lakukan. Nggak melulu harus liburan ke tempat yang jauh. Bisa juga dengan melakukan hal yang kamu sukai tanpa diganggu oleh siapapun atau apapun. Boleh sendiri (asal nggak gampang galau) boleh juga bareng sama temen yang satu frekuensi. Misalnya baca novel yang kamu suka, nonton film, karaoke-an, apa aja deh yang bikin otak kamu jadi fresh.
  • Sementara Jangan Datangi Tempat-Tempat Yang Berisi Kenangan Kamu & Dia
Buat aku pribadi ini sebenarnya nggak terlalu ngefek sih, karena kadang nggak bisa dihindari. Menjalani hubungan yang terlalu lama, memungkinkan kamu dan si ex sering mengunjungi banyak tempat, which is tempat itu adalah tempat yang nggak bisa dihindari sama sekali. Nggak apa-apa juga sih, ini malahan bisa jadi ujian buat kamu, seberapa berhasil proses move on kamu. Kalau aku pribadi, salah satu bentuk keberhasilan move on itu adalah pas waktu kamu datang ke tempat yang paling banyak punya kenangan antara kamu sama si ex dan kamu nggak ngerasa baper sama sekali.
  • Bikin Target dan Kejar Target Itu
Mau lagi proses move on  atau pun nggak, kamu tetap harus punya target dalam hidup. Apa mimpimu? Apa yang ingin kamu capai? jangka panjang atau jangka pendek. Tentukan target itu dan mulai tambah effort kamu untuk mencapai target tersebut. Ini akan jadi bentuk pengalih perhatian kamu. Jadi kamu nggak akan terus-terusan galau, karena fisik dan hati kamu udah capek sama usaha untuk mencapai target kamu, nggak ada waktu deh buat mikirin si ex.
  • Berdamai Dengan Diri Sendiri
Setelah semua hal yang sepertinya menguras energi kamu lahir batin, sekarang saatnya untuk berdamai dengan dirimu sendiri. Tahap acceptance. Gimana caranya? belajar menerima, belajar ikhlas. Kamu harus meyakini betapa berharganya dirimu sendiri lebih dari apapun. Jangan ada siapapun atau hal apapun yang bisa menggoyahkan keyakinan itu. Berdamailah dengan diri sendiri. Belajar menerima bahwa kamu dan dia memang nggak ditakdirkan bersama. Bahwa hidupmu adalah milikmu sendiri. Kamu bisa berkarya dan menjadi apapun yang kamu mau, dengan usahamu sendiri. Kamu tetap bisa berkarya dengan atau tanpa dia. Dan hidupmu terlalu berharga untuk digunakan meratapi kesedihan yang hanya sebentar menguji hidup kamu, sementara ada banyak kebahagiaan menanti di depan.

So, moving on. Sekarang juga nggak pakai nanti, nggak pakai lama, nggak pakai pikir-pikir lagi.
Bukan bisa atau nggak bisa.
Bukan perkara susah atau mudah.
Tapi, mau atau nggak mau.
Now, jangan jadi seseorang yang menggantungkan hidup sama orang lain.
Kamu bisa.

Comments

Popular posts from this blog

About Me

Andai Kamu Tau

kau kembali lagi