Hidup selalu berpasangan

Anda tahu? bahwa didalam kehidupan ini terdapat "hal" yg slalu berpasang - pasangan, yg akan kita jumpai, yg akan kita rasakan, yg akan kita dapati, seperti : ada suka ada duka, ada senang ada sedih, ada baik ada buruk, ada kemenangan ada kekalahan, ada kehidupan ada pula kematian, dan masih banyak lagi meliputi cipta rasa dan karsa manusia,,,
jika hari ini kita berada dalam suasana duka, sedih, kekalahan menghampiri, janganlah kau berputus asa karna esok atau lusa akan kita dapati kemenangan, kesenangan, suka cita, karna itulah kehidupan...
itulah kehidupan...
itulah kehidupan...

Comments

  1. hemmm....saling berpasangan to.. tapi aneh, ko sampai saat ini aku lum dapet pasangan ya??? mengherankan.. :D Tapi g pa2 dechh, mungkin ni yg terbaik saat ni buat ku. :) visshhh
    but Aku tetap yaqin di ujung sana udah ada Bidadari yg dah menanti ku. wuiiiiiihhhh LEBAYYYY... tp gp2 wlo pun LEBAY, yg Penting ad Usaha. bener teuu?? hidup lah (..)

    ReplyDelete
  2. Anonymous6/3/09

    hmmmmmm.....

    ReplyDelete
  3. Bicara masalah hidup harusnya bicara masalah mati juga, karena mati itu adalah pasangannya hidup. Betul tidak...? Nah, artinya setiap manusia yang hidup di dunia ini harus siap untuk menghadapi yang namanya mati. Klo takut mati mendingan ga usah hidup. Ha5x, mati-mati juga dong namanya. Hidup dan Mati merupakan pasangan yang harus dijadikan modal utama dalam menjalani roda kehidupan. Selanjutnya pasangan yang kedua adalah Ada dan Tiada. Mengapa demikian? Karena semua yang ada di alam semesta ini berasal dari ketiadaan, selanjutnya diciptakan oleh Allah Sang Pencipta yang kemudian akan tiada lagi karena kehendak-Nya. Oleh karena itu kita harus siap untuk menghadapi ketiadaan itu. Dari adanya harta jadi ga punya harta. Dari adanya kekasih jadi ga punya kekasih. Dari adanya pekerjaan jadi ga punya pekerjaan, dsb. Selanjutnya untuk kesempurnaan dalam menjalani kehidupan ini maka diciptakan pasangan-pasangan lainnya. Siang dan Malam. Panas dan Dingin. Besar dan Kecil. Pria dan Wanita. Hitam dan Putih. dsb. Coba aja bayangin klo siang terus atau malam terus? panas terus atau dingin terus, besar semua atau kecil semua, pria semua atau wanita semua. Mana bisa hidup, betul tidak...? Pasangan lainnya dalam kehidupan yaitu adanya kemenangan ada pula kekalahan, yang menang mungkin suatu saat bisa kalah dan sebaliknya yang kalah mungkin suatu saat bisa menang. Semua tergantung dari manusia itu sendiri. Ada Si Kaya dan ada pula Si Miskin. Bisa jadi Si Kaya jatuh miskin di kemudian hari dan sebaliknya Si Miskin mendadak kaya di kemudian hari. Dan itu juga tergantung dari manusia itu sendiri. Bicara masalah perasaan pun ada pasangannya, seperti Jatuh Cinta dan Sakit Hati. Klo ingin merasakan indahnya jatuh cinta harus merasakan pula yang namanya Sakit Hati. Lalu adanya Suka Cita dan Duka Lara. Tak sepenuhnya hidup penuh dengan suka cita karena ada saatnya manusia dirundung duka lara yang teramat dalam. Dan itu semua tergantung juga dari manusianya, siap untuk menghadapi semua dinamika hidup ini atau tidak. Bisa jadi Si Miskin ga kaya-kaya. Karena ga ada usaha untuk kerja keras meraih kekayaan itu. Intinya nasib seseorang itu ditentukan oleh dirinya sendiri. Tidak ada kata "udah nasib saya hidup begini" karena Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak mau merubahnya. Allah akan melihat bagaimana kamu berbuat di muka bumi ini. Dan semua itu akan menjadi sebab dari akibat kehidupan manusia. Betul tidak...???

    ReplyDelete
  4. Anonymous6/3/09

    mikum ........ ada orang gak cih?

    ReplyDelete
  5. Anonymous6/3/09

    ka adhie ni ma silvi, ka vi pengen banget cerita tp pengen langsung ma ka" boleh gak ?
    kalo boleh kapan cih ka adhie ada di radio ato di luar juga gpplah ...

    vi sedih banget pls .....
    help me !!1

    ReplyDelete
  6. Anonymous9/3/09

    Jika sesuatu terjadi dan bener2 yang kita gk harpkan apa itu sesosok cobaan ato kah karma yang perna saya perbuat lagi ?


    think !!!!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

About Me

Andai Kamu Tau

kau kembali lagi